“kamu orang
mana?”
“orang
Jawa. Kamu orang mana?”
“orang Kalimantan”
Pernah kawan
menanyakan pertanyaan seperti itu kepada teman yang baru dikenal? Atau seseorang
yang baru?
Aku yakin
diantara kawan semua pastilah pernah bertanya seperti itu, aku tidak mau
munafik, aku juga pernah.
Kenapa tidak
bilang kalau kita orang Indonesia, orang Indonesia. Mau kalian lahir di pulau
bagian mana pun dari Indonesia.
Kalau sekarang
ada yang bertanya itu pada ku, dengan bangga aku menjawab aku orang Indonesia. Ya
orang Indonesia, dengan segala kebanggan. Aku bangga menjadi orang Indonesia
dan kalau pun aku dilahirkan kembali aku tetap memilih menjadi seorang Indonesia
bukan negara lain.
Apa memang
yang bisa dibanggakan dengan negara ini??
Kalau kawan
melihat dari sisi bobroknya sistem pemerintahan negara, pastilah kita tidak
akan pernah merasa bangga, tapi cobalah kawan lihat dari sisi lain. Misalnya saja
sisi kebudayaannya, sampai-sampai kita memiliki semboyan “Bhineka Tunggal Ika”,
yang berarti berbeda-beda namun tetap satu jua. Kita kaya akan budaya, kita kaya
akan tradisi, kita kaya akan kekayaan alam baik laut maupun hutan. Negara kita
luas dari sabang sampai merauke, yang dalam 1 tahun tidak semua pulau kita bisa
datangi.
Aku lahir
di Papua 22 tahun lalu. Aku tinggal di pedalaman, yang akses jalan kesana
sangatlah tidak enak. Jalanan berliku, menyebrang sungai lebar dengan arus
deras tapi sanggat menyenangkan. Di tepian jalan sepanjang jalan terbentang
laut lepas, banyak tebing-tebing tinggi menjulang, sungai juga jernih saat
tidak hujan. Di sana aku hanya menetap 9 tahun, berbeda dengan ke 2 kakak ku
yang sampai 12 tahun disana. Sungguh menyenangkan.
Saat berusia
9 tahun, bapak ku pindah kerja ke Kalimantan. Aku bersama ke 2 kakak tinggal di
pulau Jawa. Perjalanan dari Papua menuju pulau Jawa aku dan keluarga
menggunakan kapal laut. Perjalanan dilakukan selama 7 hari. Bayangkan 7 hari
dalam kapal laut. Semua pojokan dalam kapal bisa di jelajahi.
Dan yang
mengasikan selama perjalanan itu, kapal harus berhenti di pelabuhan-pelabuhan,
bahkan pelabuhan Dili , Timor-Timor sebelum merdeka. Ke Ambon juga saat terjadi
konflik dan kapal tidak bisa bersandar lama. Ujungpandang, beberapa nama kota
sudah ada yang aku lupakan. Tapi seperti menjelajahi sebagian Indonesia di
bagian timurnya.
Sekarang stuck di Pulau Jawa, tepatnya Jawa
Timur. Sempat di Kalimantan Barat cuma 1 bulan saja. Selanjutnya bapak
memutuskan kami untuk tinggal di Jawa saja tinggal bersama keluarga besar. Sedangkan
bapak tetap di sana bekerja.
Pengalaman masa
kecil seperti itu, memberikan informasi tentang kebudayaan tiap-tiap daerah. Lucu,
menarik, aneh dan unik pikiran seperti itu yang ada dalam pikiran ku sekarang. Terlihat
berbeda memang dari segi bahasa, saat berbahas Indonesia tiap daerah memiliki
logat yang berbeda-beda.
Sekali lagi
aku bilang “AKU BANGGA MENJADI SEORANG INDONESIA”.
Kalau kawan
melihat dari sisi kebudayaan negara tercinta ini, sungguh bangga sekali berada
di sini. Lihat pulau bali yang nan cantik walau saat di sana tak berasa di
Indonesia, pulau Jawa yang menawarkan berbagai bentuk tradisi Jawa yang
berbeda-beda, pulau Kalimantan dengan sejuta sungai lebar membentangi sebagaian
pulau, Pulau Sumatra yang kaya akan hutan rimbun, Pulau Sulawesi yang menyimpan
kekayaan bumi, dan terakhir Pulau Irian Jaya pulau paling timur dengan sejuta
kekayaan alam yang masih belum tersentuh tangan manusia.
Kita kaya
kan kawan?? Lalu itu miliki siapa?
Milik kita,
warga negara Indonesia bukan milik siapa-siapa. Jangan menggemborkan miliki
kita setelah ada pengakuan negara lain, patutlah kita malu. Kita pemiliknya,
kita yang berhak tapi kita yang tidak mampu menjaga dengan baik.
Betul kawan??
Patutlah kita
bangga dengan negara ini, dengan segala kebusukan pemerintahaannya, dengan
segala carut marut didalamnya. Kalian harus mengerti bahwa tidaklah mudah
membenahi negara yang sebesar ini, negara yang seluas ini, negara ini sudah
hancur sistem pemerintahaannya dari awal kita merdeka, tapi kita masih memiliki
kekayaan budaya yang terbentang luas dari sabang sampai merauke yang harus kita
jaga bersama.
Janganlah menyalahkan
pemerintahan, bahwa mereka tidak becus, mereka tidak benar, mereka tidak pantas
dan berbagai macam komentar lainnya. Kalau kawan melihat lebih jauh, jadilah
seperti orang-orang dalam hutan rimba, mereka tidak berkomentar dengan sistem
pemerintahan kita yang kacau, mereka hanya mementingkan mereka bisa makan,
memilik tempat tinggal dan keluarga bahagia, urusan pemerintah mereka “buta”.
Aku tidak
ingin menuliskan kebobrokan negara tercinta kita ini, sudah terlalu banyak yang
mengeluh, bosen mendengarnya. Buat ku, mengatur sistem pemerintahan tidaklah
mudah, that it’s.
Aku bangga
dengan Indonesia, sebelum pulau komodo masuk salah satu keajaiban dunia. Aku bangga
menjadi orang Indonesia sebelum batik dan angklung dinobatkan sebagai budaya
asli Indonesia.
Aku bangga
menjadi orang Indonesia.
No comments:
Post a Comment