Kata orang
roda itu berputar (kecuali roda itu tidak bundar), sama seperti hidup seseorang
yang selalu berputar, kadang di bawah dan kadang di atas.
Begitu pula
dengan bisnis gue. Nggak selalu mulus sesuai dengan rencana. Setelah masuk
tahun ke 2 bisnis ini berjalan. Mulai kacau balau. Gue mulai nggak stabil
menjalankan bisnis ini. Kuliah juga kacau balau. Sering nggak datang kuliah
pagi, gara-gara telat masuk. Atau kecapean karena seharian kerja keras
membanting tulang (alhamdulilah belum patah). Supir di rental mobil bokap
terpaksa ngegantiin gue buat jadi supir. Yang berarti harus ada duit yang
disediain buat bayar pegawai gue. Yang berarti duit jajan dan tabungan berkurang.
Menyerahkah??
Nggak donk,
mental kerupuk banget. Bokap nggak ngajarin seperti itu dalam cara
berbisnisnya. Bokap selalu bilang, kerja itu ikhlas, pintar dan keras jangan
dibalik. Sesuai amat bokap, begitulah cara kerja gue dalam menjalankan bisnis
yang udah “beranak”.
Belum cerita ya??
5 bulan
yang lalu, Kentang udah punya partner in
crime. Sekarang mobil anter jemput gue udah ada satu lagi yang berarti
sekarang ada 2. Kentang tetap gue yang nyetir, sedangkan Mimi ada supirnya
sendiri. Siapakah supir mimi? Rako.
Rako gue
pekerjaain jadi supir buat Mimi, nama Mimi juga dia yang ngasih (bukan Mimi “KD”
loh ya). Nama Mimi dipilih Rako cuz doi ngefans banget sama Mrs. Mariah Carrey
yang punya nama panggilan Mimi.
Gue : kok
Mimi sih?
Rako : imut
ajah..kayak tante Mariah Carrey.
Gue: lah
kan mobil gue?
Rako: gue kan cowok. Masa iyah mobil
yang gue pegang tiap hari gue beri nama Joko? Nggak banget.
Gue : kalo gitu nggak usah pake nama
donk.
Rako: kentang lo beri nama. Masa yang
ini nggak? Nggak adil donk.
Capek berdebat
masalah nama yang diberikan Rako. Ya sudah gue pasrah. Toh di STNK nggak bakal
ada nama mobil dan nama kedua orang tua dia.
Rako jadi
supir Mimi nggak lama cuma 1 bulan doank. Ya karena kita berdua sama sibuk. Doi
nggak bisa bagi waktu. Jadi doi berhenti. Dan gue berlanjut donk, dengan sopir
baru yang udah lulus audisi.
Sebenarnya gue
dan Rako jadi deket selama doi jadi sopir mobi gue. Tapi deket biasa. Gue belum
bisa nunjukin betapa gue suka banget sama doi.
Dan pada
akhirnya gue tau kenapa doi bisa punya kepribadian yang berbeda pagi dan siang.
Ternyata doi punya masalah sama namanya metabolisme dipagi hari yang ngebuat
doi super jutek.
Ngaruh ya?
Dan itu
udah berlangsung sejak doi umur 5 tahun. Gue malas banget Tanya-tanya soal
kepribadian doi dan kenapa bisa begitu. Buat gue selama cowok yang gue suka
NORMAL dan berfungsi dengan baik saat melihat wanita berbikini. It’s
enough. Nggak mau cari tau, toh doi
orangnya baik banget, setia kawan, nggak jaim, konyol (siang – sampe malam),
kalo pagi MENYEBALKAN.
Kedekatan gue
sama Rako dan Didot ngebuat kita bener-bener kompak. Bahkan untuk selera
bermusic. Mereka juga doyan music India kah?
Nggak kok. Didot
penggila lagu dangdut sedangkan Rako melayu banget. Lagu yang mendayu-mendayu
gitu deh. Loh terus mana yang sama? Selera
music kita bertiga sama-sama NORAK, itu kata-kata temen-temen yang merasa
mereka keren karena ngedengrin lagu R&B, rap, dan yang keren-keren lainnya.
Tapi menurut kita bertiga selera music kita tetep KEREN!!!...
Metal…..
Sekali lagi
gue tekenin bahwa masalah selera, apa pun itu, nggak bisa diperdebatkan dan
dicari mana yang paling baik. Karena cara indera kita menyampaikan informasi ke
otak beda-beda, meski fungsinya sama.
Masih ada lanjutan di Part 6....
No comments:
Post a Comment