Monday, February 13, 2012

Bollywoodnista "Part 5"


Kata orang roda itu berputar (kecuali roda itu tidak bundar), sama seperti hidup seseorang yang selalu berputar, kadang di bawah dan kadang di atas.
Begitu pula dengan bisnis gue. Nggak selalu mulus sesuai dengan rencana. Setelah masuk tahun ke 2 bisnis ini berjalan. Mulai kacau balau. Gue mulai nggak stabil menjalankan bisnis ini. Kuliah juga kacau balau. Sering nggak datang kuliah pagi, gara-gara telat masuk. Atau kecapean karena seharian kerja keras membanting tulang (alhamdulilah belum patah). Supir di rental mobil bokap terpaksa ngegantiin gue buat jadi supir. Yang berarti harus ada duit yang disediain buat bayar pegawai gue. Yang berarti duit jajan dan tabungan berkurang.

Menyerahkah??

Nggak donk, mental kerupuk banget. Bokap nggak ngajarin seperti itu dalam cara berbisnisnya. Bokap selalu bilang, kerja itu ikhlas, pintar dan keras jangan dibalik. Sesuai amat bokap, begitulah cara kerja gue dalam menjalankan bisnis yang udah “beranak”. 

Belum cerita ya??

5 bulan yang lalu, Kentang udah punya partner in crime. Sekarang mobil anter jemput gue udah ada satu lagi yang berarti sekarang ada 2. Kentang tetap gue yang nyetir, sedangkan Mimi ada supirnya sendiri. Siapakah supir mimi? Rako.

Rako gue pekerjaain jadi supir buat Mimi, nama Mimi juga dia yang ngasih (bukan Mimi “KD” loh ya). Nama Mimi dipilih Rako cuz doi ngefans banget sama Mrs. Mariah Carrey yang punya nama panggilan Mimi.
Gue : kok Mimi sih?
Rako : imut ajah..kayak tante Mariah Carrey.
Gue: lah kan mobil gue?
Rako: gue kan cowok. Masa iyah mobil yang gue pegang tiap hari gue beri nama Joko? Nggak banget.
Gue : kalo gitu nggak usah pake nama donk.
Rako: kentang lo beri nama. Masa yang ini nggak? Nggak adil donk.

Capek berdebat masalah nama yang diberikan Rako. Ya sudah gue pasrah. Toh di STNK nggak bakal ada nama mobil dan nama kedua orang tua dia.

Rako jadi supir Mimi nggak lama cuma 1 bulan doank. Ya karena kita berdua sama sibuk. Doi nggak bisa bagi waktu. Jadi doi berhenti. Dan gue berlanjut donk, dengan sopir baru yang udah lulus audisi.
Sebenarnya gue dan Rako jadi deket selama doi jadi sopir mobi gue. Tapi deket biasa. Gue belum bisa nunjukin betapa gue suka banget sama doi. 

Dan pada akhirnya gue tau kenapa doi bisa punya kepribadian yang berbeda pagi dan siang. Ternyata doi punya masalah sama namanya metabolisme dipagi hari yang ngebuat doi super jutek. 

Ngaruh ya?

Dan itu udah berlangsung sejak doi umur 5 tahun. Gue malas banget Tanya-tanya soal kepribadian doi dan kenapa bisa begitu. Buat gue selama cowok yang gue suka NORMAL dan berfungsi dengan baik saat melihat wanita berbikini. It’s enough.  Nggak mau cari tau, toh doi orangnya baik banget, setia kawan, nggak jaim, konyol (siang – sampe malam), kalo pagi MENYEBALKAN.

Kedekatan gue sama Rako dan Didot ngebuat kita bener-bener kompak. Bahkan untuk selera bermusic. Mereka juga doyan music India kah?
Nggak kok. Didot penggila lagu dangdut sedangkan Rako melayu banget. Lagu yang mendayu-mendayu gitu deh.  Loh terus mana yang sama? Selera music kita bertiga sama-sama NORAK, itu kata-kata temen-temen yang merasa mereka keren karena ngedengrin lagu R&B, rap, dan yang keren-keren lainnya. Tapi menurut kita bertiga selera music kita tetep KEREN!!!...

Metal…..

Sekali lagi gue tekenin bahwa masalah selera, apa pun itu, nggak bisa diperdebatkan dan dicari mana yang paling baik. Karena cara indera kita menyampaikan informasi ke otak beda-beda, meski fungsinya sama.

Masih ada lanjutan di Part 6....

No comments:

Post a Comment