Demi rasa ingin terus menulis atau bercerita atau berkicau atau apalah itu namanya, saya kini memiliki dua blog. Yang pertama tentu saja disini dan yang kedua di tumblr.
Isi kedua blog itu pada hakikatnya sama, sama - sama tempat saya "berkicau" akan apa yang saya rasakan atau saya alami.
SandalSepatu blogger berisi bermacam - macam hal. Mulai dari lirik lagu, ocehan saya, curhatan saya, qoute, hal - hal di sekitar kita, jalan - jalan dan ada beberapa kategori yang saya lupa. Tapi ternyata dari kesekian kategori yang sering saya isi dengan ocehan tentu saja kategori ocehan dan curhatan. Entah kenapa rasanya ketika saya "berkicau" disini saya merasa lebih baik. Tidak ada yang perlu mengomentari, tidak ada yang berusaha menyalahkan saya. Saya bebas berkicau. Tidak seperti dijejaring sosial, yang kalau berkicau sedikit saja sudah menjadi "lebar".
SandalSepatu tumblr berisikan isi hati saya terhadap sang kekasih. Dialah sumber inspirasi saya untuk bisa menguraikan kata menjadi kalimat yang terangkai dengan baik. Ketika saya sedang "kesal" padanya, saya akan ke sini, karena disana untuk mengurangi rasa kesal dengan menuliskan betapa sebenarnya saya sangat menyayanginya. Rasa sayang yang melebihi tulisan yang saya tuliskan. Anehkan?? Tapi itu cara saya agar saya tidak menjadi lebih "kesal" dengannya.
Ya,,inilah dua tempat saya berkicau. Bercerita
SandalSepatu
suka - suka saya mau berkicau apa..^_^
Monday, January 14, 2013
Saturday, January 12, 2013
Rindu
"Rindu tak selalu harus mahal. Dengan hanya bertukar kalimat, kita mampu tersenyum saat saling mendengarkan 'Saya rindu kamu'. 'Saya Juga' "
Stttt! Kamu Tidak Boleh Kesal
Kesal. Beberapa waktu ini kata ini membuat saya menjadi "kesal". Rasanya saya tidak diperbolehkan merasa "kesal". Jika saya merasa "kesal" maka yang lain akan makin "kesal terhadap saya.
Lalu sebenarnya "kesal" itu apa?
Ini hasil jawaban dari kamus besar bahasa indonesia. Kesal = 1. mendongkol;sebal. 2. Kecewa bercampur jengkel. 3. tidak suka lagi (jemu).
Ya saya sebal, ya saya kecewa bercampur jengkel dan ya saya tidak suka lagi.
Lalu itu perasaan alami kan?
Ada yang salah jika saya kesal?
Jawabanya yang saya terima adalah "Ya, kamu salah".
Lalu saya tidak berhak untuk "kesal"?
"Bukan tidak berhak, tapi alasan kamu "kesal" yang tidak masuk diakal"
Haruskah untuk sebuah rasa "kesal" harus dijelaskan agar masuk diakal?
Untuk menuliskan ini saja rasanya saya sangat "kesal". Kesal harus mengingat kembali rasa apa yang membuat saya begitu "kesal". Sehingga saya malas untuk menuliskan jawaban atas pertanyaan terakhir itu.
Ketika rasa "kesal" benar - benar mengganggu saya, maka saya tidak dapat berbuat banyak. Mungkin diam menjadi lebih tepat. Tapi saya yang sangat tidak bisa diam ini, sulit untuk tidak berucap akan apa yang ingin saya sampaikan. Jadi, saya akan seperti orang "kesurupan" menyampaikan apa yang saya "kesal"kan tadi. Dengan konsenkuensi yang saya terima adalah saya akan merasa bahwa saya memang dilarang untuk merasa "kesal" dan rasa bersalah. Dan yang lebih tidak menyenangkan rasa "kesal" tersebut akan berbalik melawan kepada saya.
sssstttt!! KAMU DILARANG "KESAL"
Lalu sebenarnya "kesal" itu apa?
Ini hasil jawaban dari kamus besar bahasa indonesia. Kesal = 1. mendongkol;sebal. 2. Kecewa bercampur jengkel. 3. tidak suka lagi (jemu).
Ya saya sebal, ya saya kecewa bercampur jengkel dan ya saya tidak suka lagi.
Lalu itu perasaan alami kan?
Ada yang salah jika saya kesal?
Jawabanya yang saya terima adalah "Ya, kamu salah".
Lalu saya tidak berhak untuk "kesal"?
"Bukan tidak berhak, tapi alasan kamu "kesal" yang tidak masuk diakal"
Haruskah untuk sebuah rasa "kesal" harus dijelaskan agar masuk diakal?
Untuk menuliskan ini saja rasanya saya sangat "kesal". Kesal harus mengingat kembali rasa apa yang membuat saya begitu "kesal". Sehingga saya malas untuk menuliskan jawaban atas pertanyaan terakhir itu.
Ketika rasa "kesal" benar - benar mengganggu saya, maka saya tidak dapat berbuat banyak. Mungkin diam menjadi lebih tepat. Tapi saya yang sangat tidak bisa diam ini, sulit untuk tidak berucap akan apa yang ingin saya sampaikan. Jadi, saya akan seperti orang "kesurupan" menyampaikan apa yang saya "kesal"kan tadi. Dengan konsenkuensi yang saya terima adalah saya akan merasa bahwa saya memang dilarang untuk merasa "kesal" dan rasa bersalah. Dan yang lebih tidak menyenangkan rasa "kesal" tersebut akan berbalik melawan kepada saya.
sssstttt!! KAMU DILARANG "KESAL"
Sederhana vs Kemewahan
Sederhana dan kemewahan adalah dua hal yang berbeda. Namun, tetap saja selalu ada persamaan, persamaan keduanya adalah dapat diukur dengan rasio materi. Sederhana berarti materi yang dimiliki sedikit, sedang kemewahan sudahlah jelas berlebihan.
Yang ingin saya sampaikan disini adalah sesuatu yang sama sekali tidak dapat diukur menggunakan rasio apapun, rumus, apalagi materi. Ini adalah sesuatu yang "abstrak". Sesuatu yang kehadirannya ada dan dirasakan, namun tidak pernah dapat dilihat, diukur, ditebak. Hanya dapat dirasakankan. Sesuatu yang "abstrak" bukan?
Itu adalah cinta.
Cinta itu sesuatu yang buat saya sulit sekali diinterprestasikan atau dijelaskan apa sebenarnya cinta itu. Dan buat saya orang - orang yang merasakan cinta adalah orang yang "absurb". Mereka adalah orang - orang yang merasa asik dengan apa yang mereka rasa. Mereka tidak berusaha mencari tahu apa itu cinta dan cukup merasakannya.
Jadi, cinta itu tidak ada yang sederhana, tidak pula ada yang mewah.
Cinta itu yang seperti itu adanya. Sesuatu yang abstrak, yang merasakannya "absurb".
Friday, January 11, 2013
(if) I'am The One For You
Saya bukan yang pertama hadir dalam kehidupan anda. Saya juga bukan yang pertama memberikan kebahagiaan untuk anda. Dan demi menunggu untuk menjadi yang pertama dalam hidup anda, saya bersedia menantinya. Akankah waktu itu datang?
Tapi taukah anda, bahwa anda adalah yang selalu menjadi yang pertama untuk saya.
Andalah orang pertama yang mampu membuat saya yakin bahwa saya telah benar - benar dipertemukan oleh Tuhan dengan jodoh saya. Andalah orang pertama yang mampu buat saya percaya akan kekuatan keyakinan tersebut. Andalah orang pertama yang mengajarkan saya kedewasaan berpikir.
[Jika] Saya menjadi yang pertama untuk anda. Mungkin saya akan menjadi orang paling berbahagia saat ini dan selamanya.
[Jika] Saya menjadi yang pertama untuk anda. Mungkin saya akan memberikan kebahagian untuk anda.
[Jika] Saya menjadi yang pertama untuk anda. Mungkin saya akan selalu menjadikan anda yang pertama.
Saya bukan pelabuhan pertama cinta anda, tapi anda adalah pelabuhan cinta terakhir saya.
Tapi taukah anda, bahwa anda adalah yang selalu menjadi yang pertama untuk saya.
Andalah orang pertama yang mampu membuat saya yakin bahwa saya telah benar - benar dipertemukan oleh Tuhan dengan jodoh saya. Andalah orang pertama yang mampu buat saya percaya akan kekuatan keyakinan tersebut. Andalah orang pertama yang mengajarkan saya kedewasaan berpikir.
[Jika] Saya menjadi yang pertama untuk anda. Mungkin saya akan menjadi orang paling berbahagia saat ini dan selamanya.
[Jika] Saya menjadi yang pertama untuk anda. Mungkin saya akan memberikan kebahagian untuk anda.
[Jika] Saya menjadi yang pertama untuk anda. Mungkin saya akan selalu menjadikan anda yang pertama.
Saya bukan pelabuhan pertama cinta anda, tapi anda adalah pelabuhan cinta terakhir saya.
Jeda [Spasi]
Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.
Napas akan melega dengan sepasang paru - paru yang tak dibagi. Darah akan mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali. Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa yang lain yang searah. Jadi, jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.
Mari berkelana dengan rapat tapi tidak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.
Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.
Napas akan melega dengan sepasang paru - paru yang tak dibagi. Darah akan mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali. Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa yang lain yang searah. Jadi, jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.
Mari berkelana dengan rapat tapi tidak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.
Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.
Dee, Filosofi Kopi [Halaman : 98]
Friday, January 4, 2013
Bukan Model Katalog
"Bajunya bagus,lucu,bunga - bunga"
"Kamu nggak pantes"
Loh siapa yang mau baju seperti itu?
Kenapa keluar pernyataan seperti itu?
Oke, bisa saya jawab sendiri kenapa keluar pernyataan demikian.
Memang saya sadar akan bentuk tubuh saya. Saya bukan model katalog, yang bilamana mengenakan pakaian selalu terlihat bagus. Pasti anda berpikiran bahwa saya ingin juga mengenakan pakaian itu, benar bukan tebakan saya?
Saya hanya mengeluarkan opini saya terhadap apa yang saya lihat. Toh nggak ada salahnya kan? Kenapa anda langsung menyatakan pernyatan demikian?
Saya sakit hati. Saya sebal. Anda tidak perlu demikian. Ironi.
Saya sadar dengan bentuk tubuh saya yang memang tidak seperti model katalog. Bahkan sangat jauh.
Ya..saya gendut. Ya..saya pendek..Ya saya tidak cantik.. <<< haduh bukan saya sekali..yang jadi tidak percaya diri begini...
Saya percaya diri dengan apa yang saya miliki saat ini. Selalu bersyukur. Saya gendut tapi saya pandai mencari cara agar saya selalu terlihat menarik dengan apa yang saya kenakan. Saya pendek yang pendek tubuh saya bukan otak saya. Saya tidak cantik tapi saya memiliki ketertarikan yang tidak semua orang dapat nikmati.
So..lain kali tidak perlu mengeluarkan pernyataan yang ironi.
Oke...^_^
"Kamu nggak pantes"
Loh siapa yang mau baju seperti itu?
Kenapa keluar pernyataan seperti itu?
Oke, bisa saya jawab sendiri kenapa keluar pernyataan demikian.
Memang saya sadar akan bentuk tubuh saya. Saya bukan model katalog, yang bilamana mengenakan pakaian selalu terlihat bagus. Pasti anda berpikiran bahwa saya ingin juga mengenakan pakaian itu, benar bukan tebakan saya?
Saya hanya mengeluarkan opini saya terhadap apa yang saya lihat. Toh nggak ada salahnya kan? Kenapa anda langsung menyatakan pernyatan demikian?
Saya sakit hati. Saya sebal. Anda tidak perlu demikian. Ironi.
Saya sadar dengan bentuk tubuh saya yang memang tidak seperti model katalog. Bahkan sangat jauh.
Ya..saya gendut. Ya..saya pendek..Ya saya tidak cantik.. <<< haduh bukan saya sekali..yang jadi tidak percaya diri begini...
Saya percaya diri dengan apa yang saya miliki saat ini. Selalu bersyukur. Saya gendut tapi saya pandai mencari cara agar saya selalu terlihat menarik dengan apa yang saya kenakan. Saya pendek yang pendek tubuh saya bukan otak saya. Saya tidak cantik tapi saya memiliki ketertarikan yang tidak semua orang dapat nikmati.
So..lain kali tidak perlu mengeluarkan pernyataan yang ironi.
Oke...^_^
Subscribe to:
Posts (Atom)
