Tuesday, February 21, 2012

Indonesiana


“kamu orang mana?”
“orang Jawa. Kamu orang mana?”
“orang Kalimantan”

Pernah kawan menanyakan pertanyaan seperti itu kepada teman yang baru dikenal? Atau seseorang yang baru?

Aku yakin diantara kawan semua pastilah pernah bertanya seperti itu, aku tidak mau munafik, aku juga pernah.

Kenapa tidak bilang kalau kita orang Indonesia, orang Indonesia. Mau kalian lahir di pulau bagian mana pun dari Indonesia.

Kalau sekarang ada yang bertanya itu pada ku, dengan bangga aku menjawab aku orang Indonesia. Ya orang Indonesia, dengan segala kebanggan. Aku bangga menjadi orang Indonesia dan kalau pun aku dilahirkan kembali aku tetap memilih menjadi seorang Indonesia bukan negara lain.

Apa memang yang bisa dibanggakan dengan negara ini??

Kalau kawan melihat dari sisi bobroknya sistem pemerintahan negara, pastilah kita tidak akan pernah merasa bangga, tapi cobalah kawan lihat dari sisi lain. Misalnya saja sisi kebudayaannya, sampai-sampai kita memiliki semboyan “Bhineka Tunggal Ika”, yang berarti berbeda-beda namun tetap satu jua. Kita kaya akan budaya, kita kaya akan tradisi, kita kaya akan kekayaan alam baik laut maupun hutan. Negara kita luas dari sabang sampai merauke, yang dalam 1 tahun tidak semua pulau kita bisa datangi.

Aku lahir di Papua 22 tahun lalu. Aku tinggal di pedalaman, yang akses jalan kesana sangatlah tidak enak. Jalanan berliku, menyebrang sungai lebar dengan arus deras tapi sanggat menyenangkan. Di tepian jalan sepanjang jalan terbentang laut lepas, banyak tebing-tebing tinggi menjulang, sungai juga jernih saat tidak hujan. Di sana aku hanya menetap 9 tahun, berbeda dengan ke 2 kakak ku yang sampai 12 tahun disana. Sungguh menyenangkan.

Saat berusia 9 tahun, bapak ku pindah kerja ke Kalimantan. Aku bersama ke 2 kakak tinggal di pulau Jawa. Perjalanan dari Papua menuju pulau Jawa aku dan keluarga menggunakan kapal laut. Perjalanan dilakukan selama 7 hari. Bayangkan 7 hari dalam kapal laut. Semua pojokan dalam kapal bisa di jelajahi.

Dan yang mengasikan selama perjalanan itu, kapal harus berhenti di pelabuhan-pelabuhan, bahkan pelabuhan Dili , Timor-Timor sebelum merdeka. Ke Ambon juga saat terjadi konflik dan kapal tidak bisa bersandar lama. Ujungpandang, beberapa nama kota sudah ada yang aku lupakan. Tapi seperti menjelajahi sebagian Indonesia di bagian timurnya.

Sekarang stuck di Pulau Jawa, tepatnya Jawa Timur. Sempat di Kalimantan Barat cuma 1 bulan saja. Selanjutnya bapak memutuskan kami untuk tinggal di Jawa saja tinggal bersama keluarga besar. Sedangkan bapak tetap di sana bekerja.

Pengalaman masa kecil seperti itu, memberikan informasi tentang kebudayaan tiap-tiap daerah. Lucu, menarik, aneh dan unik pikiran seperti itu yang ada dalam pikiran ku sekarang. Terlihat berbeda memang dari segi bahasa, saat berbahas Indonesia tiap daerah memiliki logat yang berbeda-beda.

Sekali lagi aku bilang “AKU BANGGA MENJADI SEORANG INDONESIA”.

Kalau kawan melihat dari sisi kebudayaan negara tercinta ini, sungguh bangga sekali berada di sini. Lihat pulau bali yang nan cantik walau saat di sana tak berasa di Indonesia, pulau Jawa yang menawarkan berbagai bentuk tradisi Jawa yang berbeda-beda, pulau Kalimantan dengan sejuta sungai lebar membentangi sebagaian pulau, Pulau Sumatra yang kaya akan hutan rimbun, Pulau Sulawesi yang menyimpan kekayaan bumi, dan terakhir Pulau Irian Jaya pulau paling timur dengan sejuta kekayaan alam yang masih belum tersentuh tangan manusia.

Kita kaya kan kawan?? Lalu itu miliki siapa?

Milik kita, warga negara Indonesia bukan milik siapa-siapa. Jangan menggemborkan miliki kita setelah ada pengakuan negara lain, patutlah kita malu. Kita pemiliknya, kita yang berhak tapi kita yang tidak mampu menjaga dengan baik.

Betul kawan??

Patutlah kita bangga dengan negara ini, dengan segala kebusukan pemerintahaannya, dengan segala carut marut didalamnya. Kalian harus mengerti bahwa tidaklah mudah membenahi negara yang sebesar ini, negara yang seluas ini, negara ini sudah hancur sistem pemerintahaannya dari awal kita merdeka, tapi kita masih memiliki kekayaan budaya yang terbentang luas dari sabang sampai merauke yang harus kita jaga bersama.

Janganlah menyalahkan pemerintahan, bahwa mereka tidak becus, mereka tidak benar, mereka tidak pantas dan berbagai macam komentar lainnya. Kalau kawan melihat lebih jauh, jadilah seperti orang-orang dalam hutan rimba, mereka tidak berkomentar dengan sistem pemerintahan kita yang kacau, mereka hanya mementingkan mereka bisa makan, memilik tempat tinggal dan keluarga bahagia, urusan pemerintah mereka “buta”.

Aku tidak ingin menuliskan kebobrokan negara tercinta kita ini, sudah terlalu banyak yang mengeluh, bosen mendengarnya. Buat ku, mengatur sistem pemerintahan tidaklah mudah, that it’s.
 
Aku bangga dengan Indonesia, sebelum pulau komodo masuk salah satu keajaiban dunia. Aku bangga menjadi orang Indonesia sebelum batik dan angklung dinobatkan sebagai budaya asli Indonesia. 

Aku bangga menjadi orang Indonesia.


Monday, February 20, 2012

Surat Untuk Sang Kekasih


Dear  Kekasih ku,
Apa kabar diri mu disana? Bahagiakah? Ku harapkan kau selalu bahagia.
Kekasih ku, maaf tak bisa lagi memperhatikan mu, bukan karena ku keberatan untuk memperhatikan mu tapi aku mengalah meski sesungguhnya ingin ku perjuangkan cinta ku pada mu,tapi aku harus mengalah pada pilihan mu meskipun ini meyiksa ku, dan semoga pilihan mu mampu membahagiakan mu. Maafkan aku kalau memiliki kekurangan dalam mencintai mu.
Kekasih ku, aku memiliki sejuta pertanyaan yang ingin ku tanyakaan pada mu.Namun, hanya sedikit yang mampu ku tanyakan. Kau lupakah pada ku? Kau marahkah pada ku? Kekasih ku,,masih adakah rasa sayang mu pada ku seperti awal kita bersama?
Kekasih ku dimana letak salah dan kurang ku?
Kekasih ku,,mengapa bukan aku yang menjadi pilihan mu, pilihan untuk mendampingi mu dalam duka dan suka, mendampingi mu dalam segala perasaan dan emosi mu?
Masih adakah yang kurang dari diri ini? Kekasih ku, waktu kita memang tak banyak selama ini untuk bersama, apakah itu kurang ku, bukannya aku telah berusaha untuk dekat pada mu? Kau tau itukan kekasih ku. Bisa kau katakan kekasih ku.
Kekasih ku,,aku tidak akan memberatkan pilihan mu, aku tidak akan menyalahkan pilihan mu, dan aku tidak akan marah atau benci pada mu. Kalau kau mau bercerita pada ku, semuanya dari awal aku akan mendengarkan dengan penuh perhatian dan pengertian, alasan mu memilih dia dan apa kurang ku selama ini pada mu. Semua yang kau katakan akan aku percaya dan setelahnya pun aku tidak akan membenci mu.
Kekasih ku, rasa cinta yang tulus pada mu, tidak mampu membuat ku benci pada keputusan mu. Yang terjadi adalah aku makin mencintai mu. Ingin sekali memperjuangkan mu. Bisakah??
Kekasih ku, aku mencintai mu. Kaulah belahan jiwa ku. Sampai kapan pun. Tetap kau lah pilihan hati ku. Tak akan berubah.
Kekasih ku,,aku mencintai mu. Dengan tulus, dengan segala kekurangan mu dengan segala keburukan mu dan kau memang yang terbaik. Aku meyakini itu.
Kekasih ku..doa ku pada Allah untuk kita masih sama, masih doa yang sama yang ku panjatkan untuk kita dari awal pertemuan kita.
“Ya Allah, jodohkan kita. Jodohkan kita untuk bersama dalam hubungan yang Kau halalkan, jodohkan kita Ya Allah”
Itulah kekasih ku sepenggal doa ku kepada Allah, dan sampai detik ini masih sama.
Bolehkah aku berdoa seperti itu kekasih ku??
Kekasih ku, aku rindu dengan perhatian mu, aku rindu kata-kata manis mu, aku rindu senyuman mu, aku rindu marah mu, aku rindu egois mu, aku merindukan semua yang ada pada diri mu.
Kekasih ku, terima kasih.
Aku mencintai mu.

Keyakinan vs Kenyataan


Kenyakinan dan kenyatan, dua hal yang memiliki perbedan baik secara makna maupun tulisan, serta juga “waktu”.  Namun, saling terikat satu sama lain.

Menurut kamus bahasa indonesi kata “keyakinan” berasal dari kata dasar “yakin” yang berarti percaya (tahu, mengerti) sungguh-sungguh; (merasa) pasti (tentu, tidak salah lagi), sedangkan kata “keyakinan” berarti kepercayaan dsb yang sungguh-sungguh; kepastian; ketentuan; bagian agama atau religi yang berwujud konsep yang menjadi keyakinan (kepercayaan) para penganutnya.

Sedangkan  menurut ku keyakinan adalah apa yang ku percaya, apa yang ku pegang teguh dan apa yang ku pertahankan dengan sungguh-sungguh tanpa keraguan. Itulah hasil definisi ku, dari definisi yang sudah kita ketahui. 

Menurut kamus bahasa Indonesia berasal dari kata “kenyataan” berasal dari kata dasar “ nyata”  yang berarti benar-benar ada; ada buktinya; berwujud, sedangkan “kenyataan” hal yang nyata; yang benar-benar ada.

Bagaimana dengan kawan, apa makna keyakinan dan kenyataan buat kalian?

Yakin dan nyata, dilihat dari definisi sungguhlah memiliki perbedaan.  Setelah ditambahkan awal “ke” tetap saja memilik perbedaan. 

Kedua hal ini bagaimana pun meski berbeda selalu berhubungan satu sama lain.

Terkadang apa yang kita yakini bisa menjadi kenyataan, baik itu kenyataan yang menyenangkan atau menyedihkan. Kalau itu kenyataan yang menyenangkan dari hasil wujudan keyakinan kita, maka hal itu tidaklah menjadi permasalahan dalam jalan pikiran kita. 

Lalu bagaimana kalo kesediahan yang kita hadapi dari keyakinan kita, tidak ingin memiliki keyakinan?
Menurut ku tidak. Baik itu sedih maupun menyenangkan kenyataan hasil wujudan keyakinan kita, tidaklah merubah apa-apa. Masih tetap aku yakini, yakin dengan sungguh-sungguh, percaya dan menunggu untuk diwujudkan. 

Menunggu?? Ya..menunggu. Inilah yang ku sebut bahwa keyakinan dan kenyataan juga berbeda dari segi “waktu”.  Kenyataan bisa terwujud dengan waktu singkat, bahkan tidak aku yakini, bahkan yang tidak aku harapkan. Sedangkan apa yang ku yakini, masih menunggu, menunggu kehendak Tuhan untuk mewujudkan. 

Apa yang ku yakini sekarang, masih tetap menjadi keyakinan ku. Masih ku pegang teguh, walau sesungguhnya telah sedikit goyah, goyah setelah menerima kenyataan yang menyedihkan. Namun, itu hanya sesaat, setelah kembali mendekatkan diri kepada Tuhan, keyakinan ku kembali.

Bukankah Tuhan tidak menyukai ciptaan-Nya yang menyerah??

Keyakinan bahwa apa yang terjadi sekarang adalah yang Tuhan inginkan, Tuhan kehendaki, dan Tuhan telah mempersiapkan kebahagian untuk apa yang ku yakini sekarang. 

Dan itu aku yakini, yakin bahwa dialah jodohku, dialah yang Tuhan persiapkan untuk ku. Aku meyakini itu, terus dan terus tidak akan pernah berkurang. Walau harus menunggu, aku dengan segala kepasrahaan menunggu, dengan segala rasa ikhlas akan menunggu. Menunggu untuk Tuhan wujudkan. 

Bersabar pada kehendak Tuhan, ikhlas pada kehendak Tuhan serta pasrah, menunggu untuk dikabulkan apa yang ku yakini dengan sungguh-sungguh. Hanya melalui doa dan usaha semua akan tercapai. Doa yang sama yang ku panjatkan untuk kita dari awal hingga detik ini tidak ada yang berubah. Karena itu semua adalah keyakinan ku. 

Aku menyakini seyakin yakinnya bahwa kaulah jodohku. Jodoh yang dipersiapkan oleh Tuhan.
Apa yang sekarang aku rasakan, adalah ujian yang Tuhan berikan pada ku. Untuk Dia melihat sebesar apa rasa sayang ku pada mu, tentu saja rasa sayang ku pada Tuhanlah yang paling besar.  

Tuhan menguji ku, menguji keikhlasan ku, menguji kepasrahan ku, dan menguji rasa sayang ku pada-Nya.

Ujian awal yang ku terima, sebagai jalan menuju kedewasaan ku.

Tuesday, February 14, 2012

Pray



Diantara kita pastilah memiliki do’a yang berbeda-beda yang disampaikan kepada Tuhan. Cara menyampaikannya pun berbeda-beda sesuai dengan kepercayaan kita masing-masing.

Namun ada yang sama dari doa kita yang dilakukan dengan cara yang berbeda-beda itu. Kita semua menginginkan untuk dikabulkan. Doa yang kita panjatkan dengan sepenuh hati untuk terkabulkan seperti yang kita inginkan.

Tapi bagaimana Tuhan menjawab doa kita??

Sesuaikan dengan harapan kita??

Atau malah berbeda dengan harapan kita??

Semua takdir Tuhan, DIAlah yang mempunyai semua kendali terhadap kita. DIAlah yang mengetahui yang terbaik untuk semua makhluk ciptaannya.

Lalu apakah kita harus menyerah??

Tuhan tidak menyukai makhluk ciptaannya untuk menyerah, Tuhan menyukai makhluk ciptaannya untuk terus berusaha, percaya, yakin dan ikhlas bahwa selalu ada yang terbaik yang telah Tuhan persiapkan.

Aku sendiri memiliki sejuta doa bahkan bertriliyunan doa yang ingin dikabulkan oleh Tuhan.

Bagaimana dengan kalian??

Doa yang pertama tentulah, ingin sekali aku menjadi orang yang bersih dari dosa, tanpa dosa, sesuci bayi yang baru lahir. Tapi tidak mungkin,  buat ku semua orang memiliki dosa bahkan orang-orang yang kita anggap mereka “alim”.

 Jadi doaku yang pertama adalah “Ya Allah, aku telah kau ciptakan untuk tujuan dan takdir yang telah Engkau buat sedemikian rupa, aku meminta pada Mu ya Allah, jadikanlah aku orang yang sanggup menjalani takdir MU dengan ikhlas dan benar”.

Bagaimana dengan doa kalian?? 

Menerima takdir dengan ikhlas adalah cara ku menjalani hidup. Berusaha tidak mengeluh. 

Aku memiliki satu doa lagi. Ingin didekatkan dengan jodohku, ditakdirkan untuk menjadi pasangan yang terbaik dengan jodoh yang telah ditakdirkan Tuhan.

Terkait jodoh, seorang teman pernah berucap tentang apa itu jodoh.

Teman ku berucap seperti ini, “jodoh itu dibagi menjadi 2, yang pertama jodoh dipertemukan dan yang ke dua jodoh dipersatukan. Mana yang Tuhan tentukan untuk kita, ya semua Tuhan yang tahu, kita hanya menjalani”.

Apa jodoh menurut sahabat??

Lalu dimana posisi jodohku sekarang?? Dipertemukan atau dipersatukan?

Aku dan dia ternyata hanya dijodohkan dan ditakdirkan untuk bertemu, bertemu dengan tujuan yang telah ditentukan Tuhan yang tidak pernah kita tahu apa itu.

Dipisahkan dengan cara yang menyakitkan, dipisahkan dengan cara yang tidak membuat semua menjadi lebih baik, dipisahkan dengan cara tersiksa dan dipisahkan dengan cara “hina”.

Menyalahkan Tuhan?? 

Astagfirullah…aku tidak akan seperti itu. Aku tetap berusaha menerima takdir dari Tuhan ini, yang telah disusun dengan apik, telah dipertimbangkan. 

Masih ada doa yang sama untuk ku sampaikan kepada Tuhan. Doa untuk kebahagian dia, doa untuk pilihan yang menurut dia baik, doa untuk dia selalu sehat dan agar Tuhan selalu menjaganya untuk ku.

“Ya Allah, aku terima takdir Mu ini, kuatkan aku, jadikan aku orang yang ikhlas, terimakasih untuk kesempatan yang telah KAU beri ini. Ya Allah yang Maha mengetahui sesungguhnya hanya Engkaulah yang paling mengetahui semua perkara yang hamba Mu alami sekarang, dan hanya Engakulah yang paling tahu yang terbaik”.

Ya Allah, tolonglah hamba, tolong jagakan dia untuk hamba, lindungi dia, hamba tak sanggup menjaga dia dengan baik, tak sanggup menjalankan takdir yang Engkau berikan dengan baik, maafkan hamba ya Allah. Tolonglah hamba ya Allah jaga dia, beri dia kebahagian’’.

Amien 

Dan bismillah aku siap menjalani takdir ku..

Monday, February 13, 2012

Bollywoodnista "Part 7"


Hari ini hari minggu, hari yang gue takutin, takut-takut cowok yang mau gue temui jauh dari yang gue mau, jauh dari kata manis menurut selera gue.
To : Mba Ajeng
Mba….sumpah gue grogii…T_T….gue pake baju apa biar dia ngelanin ini gue.

Kirim…
From: Mba Ajeng
Pokoknya pake baju,  jangan naked,,^_^,,nanti orang dicafe pada kabur semuaaaa….hihihihihi

To: Mba Ajeng
Seriussssss mbaaaa…..T_T

From: Mba Ajeng
Aduh udah deh..pokoknya kalo udah disana kabarin gue..nanti gue tlp tuh cowok..bilang loe dah disana..selanjutnya gimana..ya urusan loe berdua..udah dulu..anak gue rewelll….

Udah jam 3, gue berangkat ke café dengan dandanan simple ala gue. Nggak mencolok, pokoknya pake baju kalo kata mba Ajeng.
Nyampe disana, ada pemandangan mengganggu banget. 

Whattt??????

Di meja deket kaca ada cowok berambut keriting yang familiar banget sama mata gue. Rako..
Ngapain doi disini???
Pertanyaan itu terus hadir dalam pikiran gue. Nggak tenang, gue milih tempat yang nggak bisa doi liat dan semoga saja doi nggak ngenalin gue. 

Tapi ternyata salah.
Rako : Ca, ngapain lo disini?
Gue : mau beli sayur..(ngeles)
Rako: ahhahahah..bisa ajah. Kalo gue seh lagi janjian sama cewek. Tapi belum nongol juga. Padahal udah jam setengah 5 sore.
Gue: (sama donk,,gue juga nunggu cowok)…ehmmm….gue..
Rako: gue duduk bareng lo yah? Garing juga di café tapi sendirian.
Gue: nanti kalo cewek itu datang, gimana?
Rako: gue telpon dulu.
Gue: oke

Tum paas aaye, yun muskuraaye
Tumne na jaane kya sapne dikhaaye
Ab to mera dil, jaage na sota hai
Kya karoon haye kuch kuch hota hai

Hape gue bunyi. Ternyata dari mba Ajeng.
Mba Ajeng : gimana udah di café?
Gue: udah. Orangnya gimana seh mba?
Mba Ajeng: rambut keriting, kulit coklat, pake kacamata “cupu”..hihi..tapi manis kok,,beneran. Ada nggak?
Gue: hah?? (memandang sekitar,,tapi kok cirri-cirinya mirip banget sama Rako?) nggak ada..tapi..
Mba Ajeng: kalo loe mau repot-repot coba deh loe liat-liat lagi cowok pake sepatu butut, kalo dia make itu ya,,ada tempelan perban gede banget..
Gue: clingukan,,(semua cirri-ciri ada di Rako)
Mba Ajeng: ya udah gue tlp dia dulu. Ngebilang lok lo dah disana juga.

Tut….tut…tutt..

Setelah telpon nutup masih ada keraguan dan kebingungan. Cirri-ciri cowok yang disebutin mba Ajeng mirip banget sama Rako. Nggak mau kege’eran gue tunggu ajah respon selanjutnya gimana. 

Ibu-ibu bapak-bapak
Siapa yang punya anak
Bilang aku
aku yang tengah malu
Sama teman-temanku
karena cuma diriku yang tak laku-laku

Bunyi ringtone hape Rako.

Rako : halo..
Orang diseberang hape: dia udah disana juga..
Rako: make baju apa?
Orang diseberang hape: aduh gue nggak tau..hehehehe…barusan gue tlp dia..gue bilang cari ajah  cowok dengan sepatu butut..hahahaha..
Rako: untung gue make sepatu itu..nunggu dia nyamperin ne??
Orang diseberang hape: jangan loe ajah..gue sms dia..tanya dia pake baju apa bentar..jangan ditutup telponnya.

Ada sms masuk ke hape gue.
From : Mba Ajeng
Ca, loe make baju warna apa? Cepet

To : Mba Ajeng
Cardigan abu-abu celana jins, sepatu ijo..

Rako masih nempelin hape ke kuping dia. Kayak nungguin jawaban penting.
Orang diseberang hape: halooo??
Rako: iyah..make apa??
Orang diseberang hape: Cardigan abu-abu celana jins, sepatu ijo..
Rako: owwww…ya udah..ketemu..makasih.
Sehabis nutup telpon dari orang yang nggak gue tau (tentu saja), Rako ketawa ngakak banget. Ampe diliatin orang-orang dalam café.
Rako: HAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAH….
Gue: kesambet apa lo, Ko??
Rako: hahaha…oke..oke..maaf…
Gue: kenapa seh??
Rako: loe kenal Mba Ajeng juga ya??
Gue: hah?? Mba Ajeng siapa??
Rako : Mba Ajeng yang jadi pelanggan lo, yang jemputin buat berangkat kerja. Kenalkan?
Gue: kenal. Kenapa?
Rako: hahaha…bentar..gue masih pengen ketawa.
Ngeliat Rako ketewa model gitu bikin jengekel juga. Dan sepertinya pemikiran gue soal cowok dalam blind date gue bener. Dia Rako.
Rako: sorry..maapp…maappp
Gue: kenapa coba dengan mba Ajeng?
Rako: Mba Ajeng ngatur kita buat blind date..dan gue nggak tau siapa ceweknya..setelah dapat telpon dari mba Ajeng barusan, gue baru nyadar kalo udah 1 jam gue duduk bareng cewek blind date gue…hahahahahahah..lucccuuuuuu
Gue : HHAHAHAHAHAHAHA….anehhhhhh…

Akhirnya, bener apa yang diucapin mba Ajeng. Cowok blind date gue emank halal, aman, tanpa bahan pengawet dan sangat maniss.
Blind date kita berdua tetep berjalan lancar. Foto-foto berdua terus kirim ke mba Ajeng.
Kayak orang pacaran…
Tapi apakah akhirnya kita pacaran??

Sambung Part 8….^_^