Kesal. Beberapa waktu ini kata ini membuat saya menjadi "kesal". Rasanya saya tidak diperbolehkan merasa "kesal". Jika saya merasa "kesal" maka yang lain akan makin "kesal terhadap saya.
Lalu sebenarnya "kesal" itu apa?
Ini hasil jawaban dari kamus besar bahasa indonesia. Kesal = 1. mendongkol;sebal. 2. Kecewa bercampur jengkel. 3. tidak suka lagi (jemu).
Ya saya sebal, ya saya kecewa bercampur jengkel dan ya saya tidak suka lagi.
Lalu itu perasaan alami kan?
Ada yang salah jika saya kesal?
Jawabanya yang saya terima adalah "Ya, kamu salah".
Lalu saya tidak berhak untuk "kesal"?
"Bukan tidak berhak, tapi alasan kamu "kesal" yang tidak masuk diakal"
Haruskah untuk sebuah rasa "kesal" harus dijelaskan agar masuk diakal?
Untuk menuliskan ini saja rasanya saya sangat "kesal". Kesal harus mengingat kembali rasa apa yang membuat saya begitu "kesal". Sehingga saya malas untuk menuliskan jawaban atas pertanyaan terakhir itu.
Ketika rasa "kesal" benar - benar mengganggu saya, maka saya tidak dapat berbuat banyak. Mungkin diam menjadi lebih tepat. Tapi saya yang sangat tidak bisa diam ini, sulit untuk tidak berucap akan apa yang ingin saya sampaikan. Jadi, saya akan seperti orang "kesurupan" menyampaikan apa yang saya "kesal"kan tadi. Dengan konsenkuensi yang saya terima adalah saya akan merasa bahwa saya memang dilarang untuk merasa "kesal" dan rasa bersalah. Dan yang lebih tidak menyenangkan rasa "kesal" tersebut akan berbalik melawan kepada saya.
sssstttt!! KAMU DILARANG "KESAL"
No comments:
Post a Comment